Kamis, 15 September 2016



PENGANTAR GEOMORFOLOGI




Di susun Oleh :


NAMA            : YUNITA BOUATO
NIM                : 451416008
KELAS           : A
PRODI            : PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN       : ITK
FAKULTAS    : MIPA



UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

TP. 2015/2016



1.        PENGERTIAN GEOMORFOLOGI
 Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah.

2.         SEJARAH GEOMORFOLOGI

Pengetahuan tentang geomorfologi, sebagaimana juga dengan ilmu-ilmu yang lain, dimulai dengan munculnya ahli-ahli filsfat Yunani dan Itali. Sebegitu jauh, HERODUTUS (485 – 425 S.M.) yang dianggap sebagai “bapak sejarah” dikenal pula mempunyai pikiran-pikiran tentang geologi, termasuk juga tentang perubahan muka air laut, salah satu gejala geomorfologi yang ia perhatikan di Mesir. Kemudian banyak pula ahli filsafat lainnya yang menyinggung tentang geomorfologi ini.


Dapat disebutkan di sini antara lain ARISTOTLE, STRABO dan SANECA yang kesemuanya pada akhirnya menerangkan gejalagejala alam sebagai suatu kutukan Tuhan atau dikenal dengan nama Teori Malapetaka. Berabad-abad kemudian, konsep ini sedikit demi sedikit berubah. Orang mulai mengenal filsafat katatrofisma yang mengatakan bahwa semua gejala alam itu sebagai akibat pembentukan dan perusakan yang relatif terjadi dengan tiba-tiba, sehingga menyebabkan perubahan bentuk muka bumi.

JAMES HUTTON (1726 – 1797) dikenal sebagai “bapak geologi modern” yang menerangkan gejala-gejala geologi sebagai gejala-gejala alam yang dapat kita kenal sehari-hari, sangat bertentangan dengan teori katatrofisma yang menganggap bahwa kejadian geologi relatif mengambil waktu yang amat singkat. Atas dasar itu kemudian teori yang dikemukakan HUTTON disebut orang sebagai teori uniformitarianisma, dan terkenal dengan dalilnya yang menyatakan bahwa “hari ini adalah kunci dari kejadian pada masa lampau” atau istilah asingnya adalah the present is the key to the past.

Pada masa sekarang geomorfologi bukan saja meliputi bidang yang statis, yang hanya mempelajari bentukbentuk roman muka bumi, akan tetapi juga merupakan ilmu yang dinamis yang dapat meramalkan kejadian alam sebagai hasil interpolasi. Selain itu pemerian bentuk roman muka bumi dapat dinyatakan dengan besaran-besaran matematika seperti kita kenal dengan nama geomorfologi kuantitatif. Sebagai pemukanya dapat dicatat STRAHLER yang membuat analisa pengaliran sungai secara matematika.

Di Indonesia, bebrapa hasil penyelidikan geomorfologi dapat dijumpai terutama yang ditulis oleh ahli-ahli Belanda pada zaman sebelum perang. Di antara karya-karya geomorfologi itu patut dikemukakan di sini penyelidikan geomorfologi Kulon Progo yang dilakukan oleh PANNEKOEK (1939). Selain itu, sesudah perang pun ahli-ahli geologi Belanda banyak pula menulis tentang geomorfologi Indonesia. VERSTAPPEN (1973) menulis tentang geomorfologi Pulau Sumatera secara luas dan menyeluruh.

3.             ARTI PENTING GEOMORFOLOGI

Didalam rangkaian mempelajari geomorfologi berturut-turut akan diuraikan mengenai konsep dasar geomorfologi, proses geomorfologi, tenaga geomorfologi dan bentuk lahan akibat proses geomorfologi yang disebabkan oleh tenaga geomorfologi tertentu.
Permukaan bumi selalu mengalami perubahan bentuk dari waktu kewaktu sebagai akibat proses geomorfologi, baik yang berasal dari dalam bumi (endogen) maupun proses geomorfologi yang berasal dari luar bumi (eksogen). Proses yang berasal dari dalam bumi dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu : (a) diastrofisme dan (b) volkanisme. Diastrofisme terdiri atas tenaga epirogenesa dan orogenesa. Tenaga epirogenesa merupakan proses pengangkatan kerak bumi dalam wilayah yang sangat luas dengan kecepatan relative lambat, misalnya pengangkatan benua, sedangkan tenaga orogenesa merupakan pengangkatan pada daerah yang relatif sempit dalam waktu relatif singkat, misalnya pembentukan pegunungan lipatan. Proses endogen tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan struktur geologi antara lain berupa : struktur horizontal, lipatan, sesar atau blok, struktur volkan, dan pegunungan kompleks.
Telah disebutkan di muka bahwa permukaan bumi selalu mengalmi perubahan sebagai akibat terus menerus berlangsungnya proses-proses baik dari dalam bumi maupun proses yang berasal dari permukaan bumi. Proses endogen termasuk kegiatan kegunung apian dan proses-proses pembentukan perbukitan dan pegunungan (diasreopisma) akan mengakibatkan perubahan bentuk permukaan bumi karena aktivitas gunung api, tektonik, maupin gempa bumi. Aktivitas tersebut menghasilkan struktur geologi maupun geomorfologi permukaan bumi. Berdasarkan struktur geologisnya kita kenal struktur horizontal (dataran dan plato), dan struktur miring (dome, lipatan, sesar, serta gunung api).
Proses eksogen berlangsung pada permukaan bumi dan tenaganya berasal dari luar kulit bumi. Tenaga yang bekerja disebut tenaga geomorfologi, yaitu semua medium alami yang mampu mengikis dan mengangkut material di permukaan bumi. Tenaga ini dapat berupa : air mengalir, gletser, air tanah, gelombang dan arus laut, tsunami dan angina. Berdasarkan proses yang bekerja pada permukaan bumi dikenal proses : fluvial, marin, eolin, dan proses glasial. Akibat bekerjanya proses tersebut maka terjadilah proses gradasi, yang dapat dibedakan menjadi degradasi dan agradasi. Proses degradasi cenderung menyebabkan penurunan permukaan bumi, sedangkan proses agradasi menyebabkan penaikan permukaan bumi menuju level umu (common level). Pada proses degradasi didalamnya terjadi tercakup proses yang diawali oleh proses pelapukan, kemudian proses gerak massa batuan dan erosi. Berlangsungnya proses eksogen tersebut dipengaruhi oleh faktor geologis, (mencakup jenis batuan, sikap perlapisan, dan kedudukan batuan atau struktur geologi), iklim, topografi, vegetasi, dan tanah.
Studi geomorfologi merupakan studi yang menitik beratkan pada bentuk lahan penyusun konfigurasi permukaan bumi. Telah disebutkan sebelumnya bahwa konfigurasi permukaan bumi adalah merupakan pencerminan dari interaksi proses endogen dan eksogen. Konfigurasi permukaan bumi yang dibentuk oleh proses-proses endogen merupakan unit geomorfologi yang bersifat konstruksional yang dipengaruhi oleh faktor-faktor geologi dan topografi.
Bentang lahan merupakan suatu wilayah yang mempunyai karakteristik tertentu, dalam hal: bentuklahan, tanah, vegetasi, dan pengaruh manusia (Vink, 1983). Bentang lahan mencakup bentukan alami dan non alami, atau budaya. Bentuk lahan merupakan bagian dari permukaan bumi yang mempunyai bentuk khas sebagai akibat dari proses dan struktur batuan selama periode tertentu. Oleh karena itu keberadaannya ditentukan oleh faktor: topografi, struktur geologi/batuan dan proses eksogenetik, sehingga termasuk bantukan hasil proses destruktif. Bentuk lahan merupakan salah satu sumber data yang dapat digunakan untuk mengkaji potensi wilayah, khususnya terhadap sumberdaya alami.
Hasil Proses yang Terjadi di Bumi
Hasil proses ini meliputi :
1.      Tanah (soil) dan batuan (rocks)
2.      Bentuklahan (landforms dan landscapes)
3.      Mineral sekunder
4.      Struktur geologi
5.      Lipatan (Folds)
1.      Kekar (Joints)
2.      Sesar (Faults)
3.      Ketidakselarasan (Unconformities)
Adapun dasar Klasifikasi Bentuklahan dapat diuraikan sebagai berikut :
Dalam skala kecil bisa dilihat dari Globe bumi. Relief diatas permukaan bumi disebut “Benua”, dan dibawah muka air laut disebut “Ledok Sautan”. Bentang relief tersebut dinamakan “BENTANG RELIEF ORDE I”.
Benua, pada benua tersebut dapat tersusun dari relief yang beda tingginya besar disebut dengan perbukitan atau pegunungan. Bentang relief tersebut dinamakan dengan “BENTANG RELIEF ORDE II”.
Kesamaan hasil kerja proses-prosesm dari tenaga yang berasal dari luar dari luar disebut dengan “BENTANG RELIEF ORDE III”.
Klasifikasi bentuklahan didasarkan pada : genesis, proses, dan batuan, (Verstappen, 1985).
            Satuan bentuklahan berdasarkan berdasarkan genesanya, yaitu :
1. Bentuklahan Bentukan Asal Volkanis,
            Bentuklahan yang terjadi karena berbagai fenomena yang terjadi berkaitan dengan pergerakan magma yang naik ke permukaan bumi.
Contohnya :
Volkanisme (Kegunungapian)
Volcanoes (Gunung api)
Erupsi
Lava
Piroklastik
 2. Bentuklahan Bentukan Asal Struktural
            Bentuklahan terbentuk karena adanya proses endogen. Proses ini meliputi, pengangkatan, penurunan, dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur geologi yaitu, lipatan dan patahan. Yang meliputi :
Dip (sudut)
Strike (jurus)
Dip slope
Face slope (dinding terjal)
Scarp
 3. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Denudasional
            Proses ini dimaksudkan besarnya material permukaan bumi yang terlepas dan terangkut oleh berbagai tenaga geomorfologi persatuan luas dalam waktu tertentu. Proses tersebut berupa erosi dan gerak massa batuan.
 4. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Fluvial
     Bentuklahan ini berhubungan dengan daerah penimbunan (sedimentasi), bentuklahan yang disebabkan oleh proses fluvial adalah bentuklahan yang terjadi akibat proses air mengalir baik yang memusat (sungai) maupun oleh aliran permukaan bebas (overland view). Ketiga aktivitas sungai maupun aliran permukaan bebas tersebut mencakup :
Erosi
Transportasi
Deposisi/sedimentasi
 4. Bentuklahan bentukan Asal Proses Marin
            Bentuklahan yang terjadi pada daerah pesisir, proses tektonik masa lampau, erupsi gunung berapi, perubahan muka air laut.
            Daerah pesisir merupakan daerah pantai dan sekitarnya yang masih terkena pengaruh langsung dari aktifitas marin. Daerah marin dapat dikelompokkan kedalam 4 macam:
Pesisir bertebing terjal (cliff)
Pesisir bergisik (sand beach)
Pesisir berawa payau (swampy beach)
Terumbu karang
   Secara garis besar perkembangan pesisir secara alami dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: pertambahan daratan, dan penyusutan daratan.
 5. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Angin (aeolian)
            Bentuklahan yang terbentuk dari proses erosi dan sedimentasi oleh angin. Contohnya : Gumuk Pasir.
 6. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Pelarutan
      Bentuk lahan ini terbentuk pada daerah-daerah yang terdiri dari batu gamping yang mengalami pelapukan. Contohnya plato karst, perbukitan karst, dan lain-lain.
 7. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Organik
            Bentuklahan bentukan asal organik antara lain terumbu karang (coral reef), pesisir bakau (mangrove coast), dan rancah gambut (pit bog).
 8. Bentuklahan Bentukan Asal Proses Glasial
            Bentuklahan bentukan Glasial disebabkan oleh pencairan es/salju yang pada umunya terdapat di daerah lintang tinggi maupun tempat-tempat yang mempunyai elevasi tinggi dari permukaan laut.

4.              KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 1
Proses-proses fisika yang sama dan hukum-hukum yang bekerja sekarang, juga telah bekerja sejak jaman dahulu sepanjang jaman geologi, meskipun dengan intensitas yang tidak sama.
Dasar konsep ini adalah hukum  uniformitarianism:  the present is the key to the past (J. Hutton, 1785)
                                         
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 2
Struktur geologi adalah faktor dominan yang mengontrol evolusi bentuk-bentuk permukaan bumi dan struktur geologi tersebut tercermin dalam bentuklahan.
  Struktur geologi yang dimaksud adalah:
1.         Lipatan, sesar, kekar, bidang perlapisan, ketidakselarasan, dan kekerasan batuan.
2.         Segala sifat-sifat yang memberikan perbedaan bentuk erosi.

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 3
Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas- nya yang spesifik terhadap bentuklahan dan tiap proses geomorfologi membentuk suatu kumpulan bentuklahan  yang khas (assemblage of landforms)

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 4
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam  gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai ciri  atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat perkembangannya.

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 5
Sifat kerumitan dari suatu perkembangan ubahangsur geomorfologi adalah lebih sering dijumpai daripada sifat kesederhanaan.Complexity of geomorphic evolution is more common than simplicity.

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 6
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam  gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai ciri  atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat perkembangannya.
Little of the earth’s topography is older than Tertiary and most of it no older than Pleistocene

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 7
Suatu interpretasi yang baik dari bentuklahan  saat ini tidak mungkin dilakukan tanpa memperhitungkan pengaruh-pengaruh pada  perubahan-perubahan geologi dan klimatologi selama Pleistosen.
Proper interpretation of present-day landscape is impossible without a full appreciation of the manifold influences of the geologic and climatic changes during the Pleostocene.

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 8
Suatu pengetahuan tentang keadaan iklim di seluruh dunia perlu untuk  memahami perbedaan pengaruh  bermacam-macam proses-proses  geomorfologi.
An appreciation of world climates is  necessary to a proper understanding of  the varying importance of the different geomorphic processes.

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 9
Geomorfologi terutama menyelidiki  bentangalam masa kini, tetapi  penggunaan geomorfologi secara  maksimal adalah merekonstruksi  bentangalam masa lampau
(Geomorphology, although concered  primarily with present-day land- scape, attains its maximum  usefulness by historical extension).

6.     ASPEK GEOMORFOLOGI
Selama sejarah perkembangan Geografi, dikenal dua objek kajian utama, yaitu: Geografi Fisik, yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek bentang budaya
(cultural landscape).

Dalam Geografi, dikaji fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: (a) pendekatan keruangan, (b) ekologi, dan (c) kompleks wilayah. Fenomena geosfer merupakan hasil dari interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu: (a) deterministik (faktor alam mempengaruhi kondisi manusia), (b) posibilistik (faktor manusia mempengaruhi alam), dan (c) probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).
   
Aspek-aspek geomorfologi meliputi:
1.     Aspek morfologi:
a)  Morfografi adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kualitatif
b)  Morfometri adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kuantitatif
2.   Aspek morfogenesis :
Menyangkut asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga dan proses geomorfologi
3.   Aspek morfoklonologis :
Membahas tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk peta.
4.   Aspek morfosiasi :
Membahas tentang urutan kejadian antara satu bentuk lahan dengan bentuk lahan yang lain.
           
Asal usul bentuk lahan (genesis) yaitu:
1.   Bentuk lahan asal proses structural yaitu bentuk lahan yang diakibatkan oleh tenaga endogen terutama dengan struktur geologi :
a)      Lipatan
b)      Patahan
c)      Pengangkatan

2.   Bentuklahan asal proses vulkanik yaitu bentuklahan yang disebabkan oleh proses gunung api. Satuan bentuklahannya yaitu:

a)    Kawah yaitu suatu cekungan yang terbentuk oleh aktivitas dari magma
b)    Lava field (medan lava) yaitu terjadi dari akibat pembekuan dari lava. Cirri-cirinya memiliki topografi yang halus,tekstur batuannya kasar.
c)    Medan lahar yaitu terbentuk dari pembekuan dari lahar
d)    Kerucut gunung api yaitu terbentuk dari bagian puncak gunung api dan memiliki lereng yang terjal
e)     Lereng atas yaitu bagian dari gunung api yang biasanya ditandai oleh lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi lumut
f)     Lereng tengah yaitu terletak pada bagian tengah gunung api yang ditandai lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi bermacam-macam
g)    Lereng bawah yaitu bagian gunung api yang dekat dengan kakinya yang ditandai dengan yang miring
h)    Lereng kaki yaitu bagian dari gunung api yang memiliki lereng yang landai
i)     Dataran alluvial gunung api yaitu terbentuk dari material yang halus dan memiliki lereng yang datar (0 – 2%)
j)     Dataran antar gunung api yaitu ditandai oleh lereng yang datar dan memiliki 2 jenis batuan
k)    Sadle intermountain yaitu cekungan antar gunung api
l)     Bocca yaitu suatu kubah yang terbentuk akibat aktivitas magma yang keluar dibagian samping/tengah
m)    Dike yaitu aktivitas magma yang menyerupai tiang
n)     Barranco yaitu lembah dari gunung api/ tempat lewatnya lahar piroklastik

3.   Bentuklahan asal proses denudasional merupakan bentuk lahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi, mass movement). Satuan bentuklahannya yaitu:
a)      Pegunungan denudasional terkikis
b)      Perbukitan denudasional terkikis
c)      Perbukitan terisolasi
d)     Peneplain
e)      Kerucut talus
f)       Pledmont
g)      Pediment

4.   Bentuklahan asal proses fluvial yaitubentuklahan yang disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi. Bentukanlahannyab adalah:
a)     Dataran alluvial yang memiliki ciri-ciri topografi yang datar 0 – 2%, batuannya alluvial, terjadi akibat proses pengendapan dan penggunaan lahan beraneka ragam
b)     Tanggul alam (natural levee) yang memiliki topografi yang blebih tinggi, kualitas air yang sangat bagus karena berasal dari sedimen yang lebih kasar, terbentuk akibat proses luapan
c)     Rawa belakang (back swamp) memiliki topografi yang yang cekung, daerahnya selalu tergenang air.
d)    Ledok fluvial
e)    Point bar yaitu endapan yang terdapat pada bagian luar meander sungai
f)     Channel bar yaitu pulau yang terdapat ditengah sungai yang terjadi karena adanya batuan yang menghambat.
g)     Oxbow lake
h)     Crevasse-splays yaitu hasil luapan sungai
i)      Kipas alluvial (Alluvial fan) yaitu terjadi pada mulut suatu jeram atau lembah pada suatu pegunungan yang berbatasan dengan daratan
j)     Dataran banjir yaitu mempunyai topografi datar dan merupakan daerah yang sering tergenang air banjir dengan periode 1 p- 2 tahun
k)    Cekungan fluvial yaitu bagian terendah dari dataran banjir sungai, tersusun dari material sangat halus dari muatan suspense dengan tebal penimbunan sekitar 1 hingga 2 cm, untuk setiap peristiwa banjir.
l)     Teras alluvial yaitu bentuklahan yang dibatasi oleh dataran yang berlereng curam disuatu sisi dan lereng landai/datar disisi lain
m)    Delta

5.   Bentuklahan asal proses marin yaitu bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya adalah:
a)      Platform
b)      Cliftf dan notch
c)      Spit,lidah gosong pasir laut
d)     Ledok antar beting pasir laut
e)      Hamparan lumpur, mudflat
f)       Dataran Gisik
g)      Beting gisik
h)      Tombolo
i)        Dataran alluvial pantai
j)        Teras marin
k)      Lagun

6.   Bentuklahan asal proses solusional/karst yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh proses pelarutan. Bentuklahannya terbagi 2 yaitu:
a)      Bentuklahan negative:
·         Doline adalah ledokan yang berbentuk corong pada batu gamping dengan diameter dari beberapa meter hingga 1 Km dan kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter.
·          Uvala adalah ledokan tertutup yang luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa doline .
·         Polje adalah ledokan tertutup yang luas dan memanjang didaerah topografi karst yang mempunyai dasar mendatar dan dinding terjal.
·          Blind Valley adalah satu lembah mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi lenyap dibawah tanah.
b)      Bentuklahan positif:
·         Kygelkarst adalah bentuklahan yang didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut yang kadang-kadang dipisahkan oleh cockpit.
·         Turmkarst yang terdiri atas perbukitan berlereng curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran alluvial.

7.   Bentuklahan asal proses aeolin (angin) yaitu bentuik lahan yang disebabkan oleh angin yang mengangkut material
8.   Bentuklahan asal proses organic yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup. Bentuklahannya yaitu:
a)      Gambut
b)      Rataan terumbu
c)      Hutan bakau
d)     Makhluk hidup yang membuat sarang
9.  Bentuklahan asal proses glacial yaitu bentuklahan yang disebabkan oleh proses pencairan es. Bentuklahannya yaitu:
a)      Moraine
b)      Horn
c)      Cirque
d)     Firm



Tidak ada komentar:

Posting Komentar