PENGANTAR GEOMORFOLOGI
Di susun
Oleh :
NAMA
: YUNITA BOUATO
NIM
: 451416008
KELAS : A
PRODI
: PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN : ITK
FAKULTAS : MIPA
UNIVERSITAS
NEGERI GORONTALO
TP.
2015/2016
1. PENGERTIAN
GEOMORFOLOGI
Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri
dari tiga akar kata, yaitu Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu,
sehingga kata geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk
permukaan bumi. Berasal dari bahasa yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu
yang mempelajari tentang proses terbentuknya bumi secara keseluruhan. Definisi
; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi serta
proses - proses yang berlangsung terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk
sampai sekarang. Berdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang
ilmu geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan
pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. Tujuan mempelajari
geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto Hutton , yaitu THE
PRESENT IS THE KEY TO THE PAST (sekarang adalah kunci masa lalu). Pemahaman
kata sekarang (the present) adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang
dapat dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu. Faedah yang
diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu menelusuri proses -
proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi sampai sekarang
dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang, sehingga pada penelitian
geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah.
2. SEJARAH
GEOMORFOLOGI
Pengetahuan tentang geomorfologi,
sebagaimana juga dengan ilmu-ilmu yang lain, dimulai dengan munculnya ahli-ahli
filsfat Yunani dan Itali. Sebegitu jauh, HERODUTUS (485 – 425 S.M.) yang
dianggap sebagai “bapak sejarah” dikenal pula mempunyai pikiran-pikiran tentang
geologi, termasuk juga tentang perubahan muka air laut, salah satu gejala
geomorfologi yang ia perhatikan di Mesir. Kemudian banyak pula ahli filsafat
lainnya yang menyinggung tentang geomorfologi ini.
Dapat disebutkan di sini antara
lain ARISTOTLE, STRABO dan SANECA yang kesemuanya pada akhirnya menerangkan
gejalagejala alam sebagai suatu kutukan Tuhan atau dikenal dengan nama Teori
Malapetaka. Berabad-abad kemudian, konsep ini sedikit demi sedikit berubah.
Orang mulai mengenal filsafat katatrofisma yang mengatakan bahwa semua gejala
alam itu sebagai akibat pembentukan dan perusakan yang relatif terjadi dengan
tiba-tiba, sehingga menyebabkan perubahan bentuk muka bumi.
JAMES HUTTON (1726 – 1797)
dikenal sebagai “bapak geologi modern” yang menerangkan gejala-gejala geologi
sebagai gejala-gejala alam yang dapat kita kenal sehari-hari, sangat
bertentangan dengan teori katatrofisma yang menganggap bahwa kejadian geologi
relatif mengambil waktu yang amat singkat. Atas dasar itu kemudian teori yang
dikemukakan HUTTON disebut orang sebagai teori uniformitarianisma, dan terkenal
dengan dalilnya yang menyatakan bahwa “hari ini adalah kunci dari kejadian pada
masa lampau” atau istilah asingnya adalah the present is the key to the past.
Pada masa
sekarang geomorfologi bukan saja meliputi bidang yang statis, yang hanya
mempelajari bentukbentuk roman muka bumi, akan tetapi juga merupakan ilmu yang
dinamis yang dapat meramalkan kejadian alam sebagai hasil interpolasi. Selain
itu pemerian bentuk roman muka bumi dapat dinyatakan dengan besaran-besaran
matematika seperti kita kenal dengan nama geomorfologi kuantitatif. Sebagai
pemukanya dapat dicatat STRAHLER yang membuat analisa pengaliran sungai secara
matematika.
Di Indonesia,
bebrapa hasil penyelidikan geomorfologi dapat dijumpai terutama yang ditulis
oleh ahli-ahli Belanda pada zaman sebelum perang. Di antara karya-karya
geomorfologi itu patut dikemukakan di sini penyelidikan geomorfologi Kulon
Progo yang dilakukan oleh PANNEKOEK (1939). Selain itu, sesudah perang pun
ahli-ahli geologi Belanda banyak pula menulis tentang geomorfologi Indonesia.
VERSTAPPEN (1973) menulis tentang geomorfologi Pulau Sumatera secara luas dan
menyeluruh.
3. ARTI
PENTING GEOMORFOLOGI
Didalam rangkaian mempelajari geomorfologi berturut-turut
akan diuraikan mengenai konsep dasar geomorfologi, proses geomorfologi, tenaga
geomorfologi dan bentuk lahan akibat proses geomorfologi yang disebabkan oleh
tenaga geomorfologi tertentu.
Permukaan bumi selalu mengalami perubahan bentuk dari waktu kewaktu sebagai akibat proses geomorfologi, baik yang berasal dari dalam bumi (endogen) maupun proses geomorfologi yang berasal dari luar bumi (eksogen). Proses yang berasal dari dalam bumi dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu : (a) diastrofisme dan (b) volkanisme. Diastrofisme terdiri atas tenaga epirogenesa dan orogenesa. Tenaga epirogenesa merupakan proses pengangkatan kerak bumi dalam wilayah yang sangat luas dengan kecepatan relative lambat, misalnya pengangkatan benua, sedangkan tenaga orogenesa merupakan pengangkatan pada daerah yang relatif sempit dalam waktu relatif singkat, misalnya pembentukan pegunungan lipatan. Proses endogen tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan struktur geologi antara lain berupa : struktur horizontal, lipatan, sesar atau blok, struktur volkan, dan pegunungan kompleks.
Permukaan bumi selalu mengalami perubahan bentuk dari waktu kewaktu sebagai akibat proses geomorfologi, baik yang berasal dari dalam bumi (endogen) maupun proses geomorfologi yang berasal dari luar bumi (eksogen). Proses yang berasal dari dalam bumi dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu : (a) diastrofisme dan (b) volkanisme. Diastrofisme terdiri atas tenaga epirogenesa dan orogenesa. Tenaga epirogenesa merupakan proses pengangkatan kerak bumi dalam wilayah yang sangat luas dengan kecepatan relative lambat, misalnya pengangkatan benua, sedangkan tenaga orogenesa merupakan pengangkatan pada daerah yang relatif sempit dalam waktu relatif singkat, misalnya pembentukan pegunungan lipatan. Proses endogen tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan struktur geologi antara lain berupa : struktur horizontal, lipatan, sesar atau blok, struktur volkan, dan pegunungan kompleks.
Telah disebutkan di muka bahwa permukaan bumi selalu
mengalmi perubahan sebagai akibat terus menerus berlangsungnya proses-proses
baik dari dalam bumi maupun proses yang berasal dari permukaan bumi. Proses
endogen termasuk kegiatan kegunung apian dan proses-proses pembentukan
perbukitan dan pegunungan (diasreopisma) akan mengakibatkan perubahan bentuk
permukaan bumi karena aktivitas gunung api, tektonik, maupin gempa bumi.
Aktivitas tersebut menghasilkan struktur geologi maupun geomorfologi permukaan
bumi. Berdasarkan struktur geologisnya kita kenal struktur horizontal (dataran
dan plato), dan struktur miring (dome, lipatan, sesar, serta gunung api).
Proses eksogen berlangsung pada permukaan bumi dan
tenaganya berasal dari luar kulit bumi. Tenaga yang bekerja disebut tenaga
geomorfologi, yaitu semua medium alami yang mampu mengikis dan mengangkut
material di permukaan bumi. Tenaga ini dapat berupa : air mengalir, gletser,
air tanah, gelombang dan arus laut, tsunami dan angina. Berdasarkan proses yang
bekerja pada permukaan bumi dikenal proses : fluvial, marin, eolin, dan proses
glasial. Akibat bekerjanya proses tersebut maka terjadilah proses gradasi, yang
dapat dibedakan menjadi degradasi dan agradasi. Proses degradasi cenderung
menyebabkan penurunan permukaan bumi, sedangkan proses agradasi menyebabkan
penaikan permukaan bumi menuju level umu (common level). Pada proses degradasi
didalamnya terjadi tercakup proses yang diawali oleh proses pelapukan, kemudian
proses gerak massa batuan dan erosi. Berlangsungnya proses eksogen tersebut
dipengaruhi oleh faktor geologis, (mencakup jenis batuan, sikap perlapisan, dan
kedudukan batuan atau struktur geologi), iklim, topografi, vegetasi, dan tanah.
Studi geomorfologi merupakan studi yang menitik beratkan
pada bentuk lahan penyusun konfigurasi permukaan bumi. Telah disebutkan
sebelumnya bahwa konfigurasi permukaan bumi adalah merupakan pencerminan dari
interaksi proses endogen dan eksogen. Konfigurasi permukaan bumi yang dibentuk
oleh proses-proses endogen merupakan unit geomorfologi yang bersifat
konstruksional yang dipengaruhi oleh faktor-faktor geologi dan topografi.
Bentang lahan merupakan suatu wilayah yang mempunyai karakteristik
tertentu, dalam hal: bentuklahan, tanah, vegetasi, dan pengaruh manusia (Vink,
1983). Bentang lahan mencakup bentukan alami dan non alami, atau budaya. Bentuk
lahan merupakan bagian dari permukaan bumi yang mempunyai bentuk khas sebagai
akibat dari proses dan struktur batuan selama periode tertentu. Oleh karena itu
keberadaannya ditentukan oleh faktor: topografi, struktur geologi/batuan dan
proses eksogenetik, sehingga termasuk bantukan hasil proses destruktif. Bentuk
lahan merupakan salah satu sumber data yang dapat digunakan untuk mengkaji
potensi wilayah, khususnya terhadap sumberdaya alami.
Hasil
Proses yang Terjadi di Bumi
Hasil proses ini meliputi :
1. Tanah
(soil) dan batuan (rocks)
2. Bentuklahan
(landforms dan landscapes)
3. Mineral
sekunder
4. Struktur
geologi
5. Lipatan
(Folds)
1. Kekar
(Joints)
2. Sesar
(Faults)
3. Ketidakselarasan
(Unconformities)
Adapun dasar Klasifikasi
Bentuklahan dapat diuraikan sebagai berikut :
Dalam skala kecil bisa
dilihat dari Globe bumi. Relief diatas permukaan bumi disebut “Benua”, dan
dibawah muka air laut disebut “Ledok Sautan”. Bentang relief tersebut dinamakan
“BENTANG RELIEF ORDE I”.
Benua, pada benua tersebut
dapat tersusun dari relief yang beda tingginya besar disebut dengan perbukitan
atau pegunungan. Bentang relief tersebut dinamakan dengan “BENTANG RELIEF ORDE
II”.
Kesamaan hasil kerja
proses-prosesm dari tenaga yang berasal dari luar dari luar disebut dengan
“BENTANG RELIEF ORDE III”.
Klasifikasi bentuklahan
didasarkan pada : genesis, proses, dan batuan, (Verstappen, 1985).
Satuan bentuklahan berdasarkan berdasarkan genesanya, yaitu :
1. Bentuklahan Bentukan Asal
Volkanis,
Bentuklahan yang terjadi karena berbagai fenomena yang terjadi berkaitan dengan
pergerakan magma yang naik ke permukaan bumi.
Contohnya :
Volkanisme
(Kegunungapian)
Volcanoes (Gunung
api)
Erupsi
Lava
Piroklastik
2. Bentuklahan
Bentukan Asal Struktural
Bentuklahan terbentuk karena adanya proses endogen. Proses ini meliputi,
pengangkatan, penurunan, dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur
geologi yaitu, lipatan dan patahan. Yang meliputi :
Dip (sudut)
Strike (jurus)
Dip slope
Face slope
(dinding terjal)
Scarp
3. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Denudasional
Proses ini dimaksudkan besarnya material permukaan bumi yang terlepas dan
terangkut oleh berbagai tenaga geomorfologi persatuan luas dalam waktu
tertentu. Proses tersebut berupa erosi dan gerak massa batuan.
4. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Fluvial
Bentuklahan ini berhubungan dengan daerah penimbunan (sedimentasi),
bentuklahan yang disebabkan oleh proses fluvial adalah bentuklahan yang terjadi
akibat proses air mengalir baik yang memusat (sungai) maupun oleh aliran
permukaan bebas (overland view). Ketiga aktivitas sungai maupun aliran
permukaan bebas tersebut mencakup :
Erosi
Transportasi
Deposisi/sedimentasi
4. Bentuklahan
bentukan Asal Proses Marin
Bentuklahan yang terjadi pada daerah pesisir, proses tektonik masa lampau,
erupsi gunung berapi, perubahan muka air laut.
Daerah pesisir merupakan daerah pantai dan sekitarnya yang masih terkena
pengaruh langsung dari aktifitas marin. Daerah marin dapat dikelompokkan
kedalam 4 macam:
Pesisir bertebing
terjal (cliff)
Pesisir bergisik (sand
beach)
Pesisir berawa
payau (swampy
beach)
Terumbu karang
Secara garis
besar perkembangan pesisir secara alami dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu: pertambahan daratan, dan penyusutan daratan.
5. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Angin (aeolian)
Bentuklahan yang terbentuk dari proses erosi dan sedimentasi oleh angin.
Contohnya : Gumuk Pasir.
6. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Pelarutan
Bentuk lahan ini terbentuk pada daerah-daerah yang terdiri dari batu gamping
yang mengalami pelapukan. Contohnya plato karst, perbukitan karst, dan
lain-lain.
7. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Organik
Bentuklahan bentukan asal organik antara lain terumbu karang (coral reef),
pesisir bakau (mangrove coast), dan rancah gambut (pit bog).
8. Bentuklahan
Bentukan Asal Proses Glasial
Bentuklahan bentukan Glasial disebabkan oleh pencairan es/salju yang pada
umunya terdapat di daerah lintang tinggi maupun tempat-tempat yang mempunyai
elevasi tinggi dari permukaan laut.
4. KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Ø KONSEP
DASAR GEOMORFOLOGI – 1
Proses-proses fisika yang sama dan hukum-hukum yang bekerja
sekarang, juga telah bekerja sejak jaman dahulu sepanjang jaman geologi,
meskipun dengan intensitas yang tidak sama.
Dasar konsep ini adalah hukum uniformitarianism:
the present is the key to the past (J. Hutton, 1785)
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 2
Struktur geologi adalah faktor dominan yang mengontrol
evolusi bentuk-bentuk permukaan bumi dan struktur geologi tersebut tercermin
dalam bentuklahan.
Struktur geologi yang dimaksud adalah:
1. Lipatan,
sesar, kekar, bidang perlapisan, ketidakselarasan, dan kekerasan batuan.
2. Segala
sifat-sifat yang memberikan perbedaan bentuk erosi.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 3
Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas- nya yang
spesifik terhadap bentuklahan dan tiap proses geomorfologi membentuk suatu
kumpulan bentuklahan yang khas (assemblage of landforms)
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 4
Sebagai akibat bekerjanya
bermacam-macam gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan
yang terbentuk mempunyai ciri atau meninggalkan bekas yang menonjol
pada setiap tingkat perkembangannya.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 5
Sifat kerumitan dari suatu perkembangan
ubahangsur geomorfologi adalah lebih sering dijumpai daripada sifat
kesederhanaan.Complexity of geomorphic evolution is more common than
simplicity.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 6
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam gaya
atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai
ciri atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat
perkembangannya.
Little of the earth’s topography is older than Tertiary and
most of it no older than Pleistocene
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 7
Suatu interpretasi yang baik dari
bentuklahan saat ini tidak mungkin dilakukan
tanpa memperhitungkan pengaruh-pengaruh pada perubahan-perubahan
geologi dan klimatologi selama Pleistosen.
Proper interpretation of present-day landscape is
impossible without a full appreciation of the manifold influences of the
geologic and climatic changes during the Pleostocene.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 8
Suatu pengetahuan tentang keadaan iklim di
seluruh dunia perlu untuk memahami perbedaan
pengaruh bermacam-macam proses-proses geomorfologi.
An appreciation of world climates is necessary
to a proper understanding of the varying importance of the different
geomorphic processes.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 9
Geomorfologi terutama
menyelidiki bentangalam masa kini, tetapi penggunaan
geomorfologi secara maksimal
adalah merekonstruksi bentangalam
masa lampau
(Geomorphology, although concered primarily
with present-day land- scape, attains its maximum usefulness
by historical extension).
6. ASPEK GEOMORFOLOGI
Selama sejarah
perkembangan Geografi, dikenal dua objek kajian utama, yaitu: Geografi Fisik,
yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan
pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek
bentang budaya
(cultural landscape).
Dalam Geografi, dikaji
fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: (a) pendekatan keruangan,
(b) ekologi, dan (c) kompleks wilayah. Fenomena geosfer merupakan hasil dari
interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada
hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu: (a) deterministik (faktor alam
mempengaruhi kondisi manusia), (b) posibilistik (faktor manusia mempengaruhi
alam), dan (c) probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan
kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).
Aspek-aspek geomorfologi meliputi:
1. Aspek morfologi:
a) Morfografi adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam
kualitatif
b) Morfometri adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam
kuantitatif
2. Aspek morfogenesis :
Menyangkut asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga
dan proses geomorfologi
3. Aspek morfoklonologis :
Membahas tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk
peta.
4. Aspek morfosiasi :
Membahas tentang urutan kejadian antara satu bentuk lahan dengan bentuk
lahan yang lain.
Asal usul bentuk lahan (genesis) yaitu:
1. Bentuk lahan asal proses structural yaitu bentuk lahan
yang diakibatkan oleh tenaga endogen terutama dengan struktur geologi :
a) Lipatan
b) Patahan
c) Pengangkatan
2. Bentuklahan asal proses vulkanik yaitu bentuklahan yang
disebabkan oleh proses gunung api. Satuan bentuklahannya yaitu:
a) Kawah yaitu suatu cekungan yang terbentuk oleh aktivitas
dari magma
b) Lava field (medan lava) yaitu terjadi dari akibat
pembekuan dari lava. Cirri-cirinya memiliki topografi yang halus,tekstur
batuannya kasar.
c) Medan lahar yaitu terbentuk dari pembekuan dari
lahar
d) Kerucut gunung api yaitu terbentuk dari bagian
puncak gunung api dan memiliki lereng yang terjal
e) Lereng atas yaitu bagian dari gunung api
yang biasanya ditandai oleh lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi
lumut
f) Lereng tengah yaitu terletak pada bagian
tengah gunung api yang ditandai lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi
bermacam-macam
g) Lereng bawah yaitu bagian gunung api yang dekat
dengan kakinya yang ditandai dengan yang miring
h) Lereng kaki yaitu bagian dari gunung api yang
memiliki lereng yang landai
i) Dataran alluvial gunung api yaitu terbentuk
dari material yang halus dan memiliki lereng yang datar (0 – 2%)
j) Dataran antar gunung api yaitu ditandai
oleh lereng yang datar dan memiliki 2 jenis batuan
k) Sadle intermountain yaitu cekungan antar gunung
api
l) Bocca yaitu suatu kubah yang terbentuk
akibat aktivitas magma yang keluar dibagian samping/tengah
m) Dike yaitu aktivitas magma yang menyerupai tiang
n) Barranco yaitu lembah dari gunung api/
tempat lewatnya lahar piroklastik
3. Bentuklahan asal proses denudasional merupakan bentuk
lahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi, mass
movement). Satuan bentuklahannya yaitu:
a) Pegunungan denudasional terkikis
b) Perbukitan denudasional terkikis
c) Perbukitan terisolasi
d) Peneplain
e) Kerucut talus
f) Pledmont
g) Pediment
4. Bentuklahan asal proses fluvial yaitubentuklahan yang
disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi. Bentukanlahannyab
adalah:
a) Dataran alluvial yang memiliki ciri-ciri
topografi yang datar 0 – 2%, batuannya alluvial, terjadi akibat proses
pengendapan dan penggunaan lahan beraneka ragam
b) Tanggul alam (natural levee) yang memiliki
topografi yang blebih tinggi, kualitas air yang sangat bagus karena berasal
dari sedimen yang lebih kasar, terbentuk akibat proses luapan
c) Rawa belakang (back swamp) memiliki
topografi yang yang cekung, daerahnya selalu tergenang air.
d) Ledok fluvial
e) Point bar yaitu endapan yang terdapat pada bagian
luar meander sungai
f) Channel bar yaitu pulau yang terdapat
ditengah sungai yang terjadi karena adanya batuan yang menghambat.
g) Oxbow lake
h) Crevasse-splays yaitu hasil luapan sungai
i) Kipas alluvial (Alluvial fan) yaitu
terjadi pada mulut suatu jeram atau lembah pada suatu pegunungan yang
berbatasan dengan daratan
j) Dataran banjir yaitu mempunyai topografi
datar dan merupakan daerah yang sering tergenang air banjir dengan periode 1 p-
2 tahun
k) Cekungan fluvial yaitu bagian terendah dari
dataran banjir sungai, tersusun dari material sangat halus dari muatan suspense
dengan tebal penimbunan sekitar 1 hingga 2 cm, untuk setiap peristiwa banjir.
l) Teras alluvial yaitu bentuklahan yang dibatasi
oleh dataran yang berlereng curam disuatu sisi dan lereng landai/datar disisi
lain
m) Delta
5. Bentuklahan asal
proses marin yaitu bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya
adalah:
a) Platform
b) Cliftf dan notch
c) Spit,lidah gosong pasir laut
d) Ledok antar beting pasir laut
e) Hamparan lumpur, mudflat
f) Dataran Gisik
g) Beting gisik
h) Tombolo
i) Dataran alluvial pantai
j)
Teras marin
k) Lagun
6. Bentuklahan asal proses solusional/karst yaitu bentuklahan
yang diakibatkan oleh proses pelarutan. Bentuklahannya terbagi 2 yaitu:
a)
Bentuklahan negative:
·
Doline adalah ledokan yang berbentuk
corong pada batu gamping dengan diameter dari beberapa meter hingga 1 Km dan
kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter.
·
Uvala adalah ledokan tertutup yang
luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa doline .
·
Polje adalah ledokan tertutup yang luas
dan memanjang didaerah topografi karst yang mempunyai dasar mendatar dan
dinding terjal.
·
Blind Valley adalah satu lembah
mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi
lenyap dibawah tanah.
b) Bentuklahan positif:
·
Kygelkarst adalah bentuklahan yang
didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut yang kadang-kadang dipisahkan
oleh cockpit.
·
Turmkarst yang terdiri atas perbukitan
berlereng curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran
alluvial.
7. Bentuklahan asal proses aeolin (angin) yaitu bentuik
lahan yang disebabkan oleh angin yang mengangkut material
8. Bentuklahan asal proses organic yaitu bentuklahan yang
diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup. Bentuklahannya yaitu:
a) Gambut
b) Rataan
terumbu
c) Hutan
bakau
d) Makhluk hidup
yang membuat sarang
9. Bentuklahan asal proses glacial yaitu bentuklahan yang
disebabkan oleh proses pencairan es. Bentuklahannya yaitu:
a) Moraine
b) Horn
c) Cirque
d) Firm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar