Kamis, 22 September 2016

KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI

 KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI

                                      NAMA          : YUNITA BOUATO
                                       NIM              : 451416008
                                       KELAS         : A
                                       PRODI          : PENDIDIKAN GEOGRAFI
                                       JURUSAN    : ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 1
Proses-proses fisika yang sama dan hukum-hukum yang bekerja sekarang, juga telah bekerja sejak jaman dahulu sepanjang jaman geologi, meskipun dengan intensitas yang tidak sama.
Dasar konsep ini adalah hukum  uniformitarianism:  the present is the key to the past (J. Hutton, 1785)
                                         
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 2
Struktur geologi adalah faktor dominan yang mengontrol evolusi bentuk-bentuk permukaan bumi dan struktur geologi tersebut tercermin dalam bentuklahan.
  Struktur geologi yang dimaksud adalah:
1.         Lipatan, sesar, kekar, bidang perlapisan, ketidakselarasan, dan kekerasan batuan.
2.         Segala sifat-sifat yang memberikan perbedaan bentuk erosi.
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 3
Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas- nya yang spesifik terhadap bentuklahan dan tiap proses geomorfologi membentuk suatu kumpulan bentuklahan  yang khas (assemblage of landforms)
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 4
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam  gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai ciri  atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat perkembangannya.
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 5
Sifat kerumitan dari suatu perkembangan ubahangsur geomorfologi adalah lebih sering dijumpai daripada sifat kesederhanaan.Complexity of geomorphic evolution is more common than simplicity.
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 6
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam  gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai ciri  atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat perkembangannya.
Little of the earth’s topography is older than Tertiary and most of it no older than Pleistocene
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 7
Suatu interpretasi yang baik dari bentuklahan  saat ini tidak mungkin dilakukan tanpa memperhitungkan pengaruh-pengaruh pada  perubahan-perubahan geologi dan klimatologi selama Pleistosen.
Proper interpretation of present-day landscape is impossible without a full appreciation of the manifold influences of the geologic and climatic changes during the Pleostocene.
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 8
Suatu pengetahuan tentang keadaan iklim di seluruh dunia perlu untuk  memahami perbedaan pengaruh  bermacam-macam proses-proses  geomorfologi.
An appreciation of world climates is  necessary to a proper understanding of  the varying importance of the different geomorphic processes.
Ø  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 9
Geomorfologi terutama menyelidiki  bentangalam masa kini, tetapi  penggunaan geomorfologi secara  maksimal adalah merekonstruksi  bentangalam masa lampau
(Geomorphology, although concered  primarily with present-day land- scape, attains its maximum  usefulness by historical extension).
6.     ASPEK GEOMORFOLOGI
Selama sejarah perkembangan Geografi, dikenal dua objek kajian utama, yaitu: Geografi Fisik, yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek bentang budaya
(cultural landscape).

Dalam Geografi, dikaji fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: (a) pendekatan keruangan, (b) ekologi, dan (c) kompleks wilayah. Fenomena geosfer merupakan hasil dari interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu: (a) deterministik (faktor alam mempengaruhi kondisi manusia), (b) posibilistik (faktor manusia mempengaruhi alam), dan (c) probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).
   
Aspek-aspek geomorfologi meliputi:
1.     Aspek morfologi:
a)  Morfografi adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kualitatif
b)  Morfometri adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kuantitatif
2.   Aspek morfogenesis :
Menyangkut asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga dan proses geomorfologi
3.   Aspek morfoklonologis :
Membahas tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk peta.
4.   Aspek morfosiasi :
Membahas tentang urutan kejadian antara satu bentuk lahan dengan bentuk lahan yang lain.
           
Asal usul bentuk lahan (genesis) yaitu:
1.   Bentuk lahan asal proses structural yaitu bentuk lahan yang diakibatkan oleh tenaga endogen terutama dengan struktur geologi :
a)      Lipatan
b)      Patahan
c)      Pengangkatan
2.   Bentuklahan asal proses vulkanik yaitu bentuklahan yang disebabkan oleh proses gunung api. Satuan bentuklahannya yaitu:
a)    Kawah yaitu suatu cekungan yang terbentuk oleh aktivitas dari magma
b)    Lava field (medan lava) yaitu terjadi dari akibat pembekuan dari lava. Cirri-cirinya memiliki topografi yang halus,tekstur batuannya kasar.
c)    Medan lahar yaitu terbentuk dari pembekuan dari lahar
d)    Kerucut gunung api yaitu terbentuk dari bagian puncak gunung api dan memiliki lereng yang terjal
e)     Lereng atas yaitu bagian dari gunung api yang biasanya ditandai oleh lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi lumut
f)     Lereng tengah yaitu terletak pada bagian tengah gunung api yang ditandai lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi bermacam-macam
g)    Lereng bawah yaitu bagian gunung api yang dekat dengan kakinya yang ditandai dengan yang miring
h)    Lereng kaki yaitu bagian dari gunung api yang memiliki lereng yang landai
i)     Dataran alluvial gunung api yaitu terbentuk dari material yang halus dan memiliki lereng yang datar (0 – 2%)
j)     Dataran antar gunung api yaitu ditandai oleh lereng yang datar dan memiliki 2 jenis batuan
k)    Sadle intermountain yaitu cekungan antar gunung api
l)     Bocca yaitu suatu kubah yang terbentuk akibat aktivitas magma yang keluar dibagian samping/tengah
m)    Dike yaitu aktivitas magma yang menyerupai tiang
n)     Barranco yaitu lembah dari gunung api/ tempat lewatnya lahar piroklastik
3.   Bentuklahan asal proses denudasional merupakan bentuk lahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi, mass movement). Satuan bentuklahannya yaitu:
a)      Pegunungan denudasional terkikis
b)      Perbukitan denudasional terkikis
c)      Perbukitan terisolasi
d)     Peneplain
e)      Kerucut talus
f)       Pledmont
g)      Pediment
4.   Bentuklahan asal proses fluvial yaitubentuklahan yang disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi. Bentukanlahannyab adalah:
a)     Dataran alluvial yang memiliki ciri-ciri topografi yang datar 0 – 2%, batuannya alluvial, terjadi akibat proses pengendapan dan penggunaan lahan beraneka ragam
b)     Tanggul alam (natural levee) yang memiliki topografi yang blebih tinggi, kualitas air yang sangat bagus karena berasal dari sedimen yang lebih kasar, terbentuk akibat proses luapan
c)     Rawa belakang (back swamp) memiliki topografi yang yang cekung, daerahnya selalu tergenang air.
d)    Ledok fluvial
e)    Point bar yaitu endapan yang terdapat pada bagian luar meander sungai
f)     Channel bar yaitu pulau yang terdapat ditengah sungai yang terjadi karena adanya batuan yang menghambat.
g)     Oxbow lake
h)     Crevasse-splays yaitu hasil luapan sungai
i)      Kipas alluvial (Alluvial fan) yaitu terjadi pada mulut suatu jeram atau lembah pada suatu pegunungan yang berbatasan dengan daratan
j)     Dataran banjir yaitu mempunyai topografi datar dan merupakan daerah yang sering tergenang air banjir dengan periode 1 p- 2 tahun
k)    Cekungan fluvial yaitu bagian terendah dari dataran banjir sungai, tersusun dari material sangat halus dari muatan suspense dengan tebal penimbunan sekitar 1 hingga 2 cm, untuk setiap peristiwa banjir.
l)     Teras alluvial yaitu bentuklahan yang dibatasi oleh dataran yang berlereng curam disuatu sisi dan lereng landai/datar disisi lain
m)    Delta
5.   Bentuklahan asal proses marin yaitu bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya adalah:
a)      Platform
b)      Cliftf dan notch
c)      Spit,lidah gosong pasir laut
d)     Ledok antar beting pasir laut
e)      Hamparan lumpur, mudflat
f)       Dataran Gisik
g)      Beting gisik
h)      Tombolo
i)        Dataran alluvial pantai
j)        Teras marin
k)      Lagun
6.   Bentuklahan asal proses solusional/karst yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh proses pelarutan. Bentuklahannya terbagi 2 yaitu:
a)      Bentuklahan negative:
·         Doline adalah ledokan yang berbentuk corong pada batu gamping dengan diameter dari beberapa meter hingga 1 Km dan kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter.
·          Uvala adalah ledokan tertutup yang luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa doline .
·         Polje adalah ledokan tertutup yang luas dan memanjang didaerah topografi karst yang mempunyai dasar mendatar dan dinding terjal.
·          Blind Valley adalah satu lembah mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi lenyap dibawah tanah.
b)      Bentuklahan positif:
·         Kygelkarst adalah bentuklahan yang didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut yang kadang-kadang dipisahkan oleh cockpit.
·         Turmkarst yang terdiri atas perbukitan berlereng curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran alluvial.
7.   Bentuklahan asal proses aeolin (angin) yaitu bentuik lahan yang disebabkan oleh angin yang mengangkut material
8.   Bentuklahan asal proses organic yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup. Bentuklahannya yaitu:
a)      Gambut
b)      Rataan terumbu
c)      Hutan bakau
d)     Makhluk hidup yang membuat sarang
9.  Bentuklahan asal proses glacial yaitu bentuklahan yang disebabkan oleh proses pencairan es. Bentuklahannya yaitu:
a)      Moraine
b)      Horn
c)      Cirque
d)     Firm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar