KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
NAMA : YUNITA BOUATO
NIM : 451416008
KELAS : A
PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN : ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
Ø KONSEP
DASAR GEOMORFOLOGI – 1
Proses-proses fisika yang sama dan hukum-hukum yang bekerja
sekarang, juga telah bekerja sejak jaman dahulu sepanjang jaman geologi,
meskipun dengan intensitas yang tidak sama.
Dasar konsep ini adalah hukum uniformitarianism:
the present is the key to the past (J. Hutton, 1785)
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 2
Struktur geologi adalah faktor dominan yang mengontrol
evolusi bentuk-bentuk permukaan bumi dan struktur geologi tersebut tercermin
dalam bentuklahan.
Struktur geologi yang dimaksud adalah:
1. Lipatan,
sesar, kekar, bidang perlapisan, ketidakselarasan, dan kekerasan batuan.
2. Segala
sifat-sifat yang memberikan perbedaan bentuk erosi.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 3
Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas- nya yang
spesifik terhadap bentuklahan dan tiap proses geomorfologi membentuk suatu
kumpulan bentuklahan yang khas (assemblage of landforms)
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 4
Sebagai akibat bekerjanya
bermacam-macam gaya atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan
yang terbentuk mempunyai ciri atau meninggalkan bekas yang menonjol
pada setiap tingkat perkembangannya.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 5
Sifat kerumitan dari suatu perkembangan
ubahangsur geomorfologi adalah lebih sering dijumpai daripada sifat
kesederhanaan.Complexity of geomorphic evolution is more common than
simplicity.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 6
Sebagai akibat bekerjanya bermacam-macam gaya
atau erosi pada permukaan bumi, maka bentuklahan yang terbentuk mempunyai
ciri atau meninggalkan bekas yang menonjol pada setiap tingkat
perkembangannya.
Little of the earth’s topography is older than Tertiary and
most of it no older than Pleistocene
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 7
Suatu interpretasi yang baik dari
bentuklahan saat ini tidak mungkin dilakukan
tanpa memperhitungkan pengaruh-pengaruh pada perubahan-perubahan
geologi dan klimatologi selama Pleistosen.
Proper interpretation of present-day landscape is
impossible without a full appreciation of the manifold influences of the
geologic and climatic changes during the Pleostocene.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 8
Suatu pengetahuan tentang keadaan iklim di
seluruh dunia perlu untuk memahami perbedaan
pengaruh bermacam-macam proses-proses geomorfologi.
An appreciation of world climates is necessary
to a proper understanding of the varying importance of the different
geomorphic processes.
Ø KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI – 9
Geomorfologi terutama
menyelidiki bentangalam masa kini, tetapi penggunaan
geomorfologi secara maksimal
adalah merekonstruksi bentangalam
masa lampau
(Geomorphology, although concered primarily
with present-day land- scape, attains its maximum usefulness
by historical extension).
6. ASPEK GEOMORFOLOGI
Selama sejarah
perkembangan Geografi, dikenal dua objek kajian utama, yaitu: Geografi Fisik,
yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan
pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek
bentang budaya
(cultural landscape).
Dalam Geografi, dikaji
fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: (a) pendekatan keruangan,
(b) ekologi, dan (c) kompleks wilayah. Fenomena geosfer merupakan hasil dari
interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada
hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu: (a) deterministik (faktor alam
mempengaruhi kondisi manusia), (b) posibilistik (faktor manusia mempengaruhi
alam), dan (c) probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan
kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).
Aspek-aspek geomorfologi meliputi:
1. Aspek morfologi:
a) Morfografi adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam
kualitatif
b) Morfometri adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam
kuantitatif
2. Aspek morfogenesis :
Menyangkut asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga
dan proses geomorfologi
3. Aspek morfoklonologis :
Membahas tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk
peta.
4. Aspek morfosiasi :
Membahas tentang urutan kejadian antara satu bentuk lahan dengan bentuk
lahan yang lain.
Asal usul bentuk lahan (genesis) yaitu:
1. Bentuk lahan asal proses structural yaitu bentuk lahan
yang diakibatkan oleh tenaga endogen terutama dengan struktur geologi :
a) Lipatan
b) Patahan
c) Pengangkatan
2. Bentuklahan asal proses vulkanik yaitu bentuklahan yang
disebabkan oleh proses gunung api. Satuan bentuklahannya yaitu:
a) Kawah yaitu suatu cekungan yang terbentuk oleh aktivitas
dari magma
b) Lava field (medan lava) yaitu terjadi dari akibat
pembekuan dari lava. Cirri-cirinya memiliki topografi yang halus,tekstur
batuannya kasar.
c) Medan lahar yaitu terbentuk dari pembekuan dari
lahar
d) Kerucut gunung api yaitu terbentuk dari bagian
puncak gunung api dan memiliki lereng yang terjal
e) Lereng atas yaitu bagian dari gunung api
yang biasanya ditandai oleh lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi
lumut
f) Lereng tengah yaitu terletak pada bagian
tengah gunung api yang ditandai lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi
bermacam-macam
g) Lereng bawah yaitu bagian gunung api yang dekat
dengan kakinya yang ditandai dengan yang miring
h) Lereng kaki yaitu bagian dari gunung api yang
memiliki lereng yang landai
i) Dataran alluvial gunung api yaitu terbentuk
dari material yang halus dan memiliki lereng yang datar (0 – 2%)
j) Dataran antar gunung api yaitu ditandai
oleh lereng yang datar dan memiliki 2 jenis batuan
k) Sadle intermountain yaitu cekungan antar gunung
api
l) Bocca yaitu suatu kubah yang terbentuk
akibat aktivitas magma yang keluar dibagian samping/tengah
m) Dike yaitu aktivitas magma yang menyerupai tiang
n) Barranco yaitu lembah dari gunung api/
tempat lewatnya lahar piroklastik
3. Bentuklahan asal proses denudasional merupakan bentuk
lahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi, mass
movement). Satuan bentuklahannya yaitu:
a) Pegunungan denudasional terkikis
b) Perbukitan denudasional terkikis
c) Perbukitan terisolasi
d) Peneplain
e) Kerucut talus
f) Pledmont
g) Pediment
4. Bentuklahan asal proses fluvial yaitubentuklahan yang
disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi. Bentukanlahannyab
adalah:
a) Dataran alluvial yang memiliki ciri-ciri
topografi yang datar 0 – 2%, batuannya alluvial, terjadi akibat proses
pengendapan dan penggunaan lahan beraneka ragam
b) Tanggul alam (natural levee) yang memiliki
topografi yang blebih tinggi, kualitas air yang sangat bagus karena berasal
dari sedimen yang lebih kasar, terbentuk akibat proses luapan
c) Rawa belakang (back swamp) memiliki
topografi yang yang cekung, daerahnya selalu tergenang air.
d) Ledok fluvial
e) Point bar yaitu endapan yang terdapat pada bagian
luar meander sungai
f) Channel bar yaitu pulau yang terdapat
ditengah sungai yang terjadi karena adanya batuan yang menghambat.
g) Oxbow lake
h) Crevasse-splays yaitu hasil luapan sungai
i) Kipas alluvial (Alluvial fan) yaitu
terjadi pada mulut suatu jeram atau lembah pada suatu pegunungan yang
berbatasan dengan daratan
j) Dataran banjir yaitu mempunyai topografi
datar dan merupakan daerah yang sering tergenang air banjir dengan periode 1 p-
2 tahun
k) Cekungan fluvial yaitu bagian terendah dari
dataran banjir sungai, tersusun dari material sangat halus dari muatan suspense
dengan tebal penimbunan sekitar 1 hingga 2 cm, untuk setiap peristiwa banjir.
l) Teras alluvial yaitu bentuklahan yang dibatasi
oleh dataran yang berlereng curam disuatu sisi dan lereng landai/datar disisi
lain
m) Delta
5. Bentuklahan asal
proses marin yaitu bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya
adalah:
a) Platform
b) Cliftf dan notch
c) Spit,lidah gosong pasir laut
d) Ledok antar beting pasir laut
e) Hamparan lumpur, mudflat
f) Dataran Gisik
g) Beting gisik
h) Tombolo
i) Dataran alluvial pantai
j)
Teras marin
k) Lagun
6. Bentuklahan asal proses solusional/karst yaitu bentuklahan
yang diakibatkan oleh proses pelarutan. Bentuklahannya terbagi 2 yaitu:
a)
Bentuklahan negative:
·
Doline adalah ledokan yang berbentuk
corong pada batu gamping dengan diameter dari beberapa meter hingga 1 Km dan
kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter.
·
Uvala adalah ledokan tertutup yang
luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa doline .
·
Polje adalah ledokan tertutup yang luas
dan memanjang didaerah topografi karst yang mempunyai dasar mendatar dan
dinding terjal.
·
Blind Valley adalah satu lembah
mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi
lenyap dibawah tanah.
b) Bentuklahan positif:
·
Kygelkarst adalah bentuklahan yang
didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut yang kadang-kadang dipisahkan
oleh cockpit.
·
Turmkarst yang terdiri atas perbukitan
berlereng curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran
alluvial.
7. Bentuklahan asal proses aeolin (angin) yaitu bentuik
lahan yang disebabkan oleh angin yang mengangkut material
8. Bentuklahan asal proses organic yaitu bentuklahan yang
diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup. Bentuklahannya yaitu:
a) Gambut
b) Rataan
terumbu
c) Hutan
bakau
d) Makhluk hidup
yang membuat sarang
9. Bentuklahan asal proses glacial yaitu bentuklahan yang
disebabkan oleh proses pencairan es. Bentuklahannya yaitu:
a) Moraine
b) Horn
c) Cirque
d) Firm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar